Tua-Muda Pemakan Micin dan Tidak Bisa Menghargai

“Eh nanti gue mau beliin cokelat ah buat pacar gue.” Kata A.

“Buat apaan?” kata B.

“Iya kan tanggal 14 Februari nanti hari valentine. Nanti gue mau kasih kado buat pacar gue, cokelat, bunga, motor, rumah, paket umroh(?).” Lanjut si A.

“……..” B ga ngejawab(?), tapi lima menit kemudian ceramah, “Astaghfirulloh hal adzim Otong!!! Seperti yang sudah termaktub dalam surah al-munawaroh ayat 183 bahwasanya blablablabla…….”

.

Yaaa bentar lagi valentine, bentar lagi bakal banyak bertebaran postingan di media sosial tentang haram hukumnya merayakan valentine, muncul fatwa aneh-aneh dari ustad sana sini. Dan udah pasti postingan semacam itu akan gue abaikan. Bukannya gue ga peduli dengan agama gue, tapi gue yang tidak mengamini keputusan-keputusan mereka. Mereka yang gue maksud adalah orang-orang fundamental, yang pikirannya kolot dan bahkan ga jarang gue temui postingan yang sampai-sampai menyinggung. Seharusnya dan gue yakin lo semua udah tau maksud menyinggung yang gue bicarain apa, singgungan mainstream yang gue muslim plus arab aja keganggu apalagi orang yang dituju, contohnya nih kaya, “Saya Muslim dan saya tidak merayakan natal” atau “Saya Muslim dan menolak perayaan valentine” dan lain-lain. Basi tau ga!. Gue tuh sering kesel banget ya sama orang-orang semacam ini. Kalo lo ga ngerayain mah yaudah ga usah rayain, ga usah pake nulis semacam itu, lo pikir ga ada orang yang kesinggung apa? Lo pikir di sekeliling lo itu 100% ‘sejenis’ lo apa?. Dan gue rasa masalah mau rayain atau ga ya itu terserah orang lah, ngapain lo ngurusin orang, kecuali lo nasehatin, itupun nasehatinnya yang enak lah ga usah nyinggung apalagi ngehakimin pake dalil-dalil barangsiapa menyerupai suatu kaum... Lo pikir kita ngikutin peribadatannya? Ya kan ga, kalo pemahaman lo dikit-dikit pake dalil barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ga ada bedanya kalo gue bilang sama orang Muslim, “Eh ga boleh nulis di kertas! Soalnya itu yang nemuin orang Cina! Ga boleh ikut-ikutin mereka. Haram nanti dosa!!….”

.

Huh emang deh, hal semacam ini ga ada abis-abisnya dari dulu sampe sekarang. Ga ada ngerti-ngertinya ya kalo kita hidup di negara heterogen, apa kurang kali ya jam belajar Pendidikan Kewarnegaraannya? Banyak belajar agamanya dari orang-orang kolot yang ga bisa toleransi, semacam ustad Feli* *iaw. Jujur nih, gue semenjak banyak ustad ‘gaje’ yang entah dalil dari mana (bisa jadi dalil sahih) kalo ceramah jadi semakin skeptis, ga langsung melahap mentah apa kata mereka. Karena gue sering tidak setuju.

a bbg serem

a bbg anak ibu

A BBG

.

Dan ngomong-ngomong soal valentine, gue pribadi bukan orang yang suka merayakan perayaan tersebut. Alasan gue bukan berlatar belakang agama, melainkan…. kalian tau kan, gue sangat yakin kalian sudah tau bahwa perayaan ini memang bukan tradisi budaya kita (Indonesia). Gue berpikir…. budaya daerah-derah di negara sendiri aja banyak yang belum gue ketahui, tapi kenapa gue harus ikut-ikutan merayakan? (walapun tentu, terserah, sekali lagi, terserah mau merayakannya atau ga). Selain karena perayaan ini memang sudah sangat populer dari jaman dulu di seluruh dunia, ada satu alasan lagi.. dan ini nih salah satu kebiasaan generasi kita, latah banget, generasi pemakan micin lah, tidak bisa menghargai, pokoknya apapun budayanya akan terlihat keren kalau berasal dari luar (terutama negara-negara barat). Kalian tau valentine, halloween, color run, tapi apa kalian tau tradisi ritual tiwah? Mapasilaga tedong? Pasola? Tabuik? Dugderan? dan tentu Tumbilotohe? dan masih banyak lagi yang ga kesebut.

Tau?? Dari mana? Apa maknanya? Atau mungkin kalian tau, tapi.. keliatan ga keren ya? Karena asalnya dari Indonesia ya? Gitu ya?

Benar-benar generasi pemakan micin yang tidak bisa menghargai…

Semoga kita semua, bismillah bisa semakin menghargai budaya sendiri dan terutama menghargai sesama manusia. Ingat!! Jangan cuma habluminallah tapi juga habluminannas….

Akhir kata.. salam babogajog untuk semua babygajog..

Iklan

2 thoughts on “Tua-Muda Pemakan Micin dan Tidak Bisa Menghargai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s