Iwak Peyek Nasi Jagung Chapter 2

FF: Chaptered

Title: Iwak Peyek Nasi Jagung
Cast: Sabila, Minho, Kai, Zimei (Nadirah), Wendy (Itsna), Dahlia Polan aka Dapol (Nadhira), others
Genre: Angst
Author: Nadirah Ali (@alinadirah)

Note: DILARANG COPAS!! AWAS LO DIKUTUK  JADI IKAN PARI *siapa juga yg mau copas

.

Kali ini chapternya lagi banyak seriusnya. Maaf banyak tyo, masih amatiran. HAPPY READING HAPPY BIRTHDAY JUNHYUNG BEAST YANG MIRIP BANGET SAMA RAFAEL SM*SH. BESOK2 BIKIN AH FF NYA NTAR KALIAN CASTNYA! Boamganyambung

****

.

SABILA POV

Aku pun berlari kencang sekencang yang ku bisa. Aku tak bisa menahan tangisku. Aku menutupi wajahku. Aku duduk di bawah pohon rindang dan menumpahkan semua kesedihanku.

Tiba-tiba aku melihat sesosok orang yang tidak asing bagiku. Dia… mirip dengan Taemin! Oh! Siapakah dia? Apa aku salah lihat?.

Aku pandangi lagi sosoknya yang sedang bermain basket sendiri itu.

Sungguh, dia benar-benar mirip dengan Taemin. Matanya, bibirnya, senyumnya, hidungnya, kulitnya.

Apakah dia Taemin?? Atau… siapakah dia?? Aku sangat penasaran….

Akhirnya, dengan segala keberanianku, ku coba mendekati sesosok yang sangat mirip namja chinguku itu. Ku perhatikan wajahnya. Ku perhatikan setiap langkah kakinya. Ku perhatikan setiap pergerakannya.

Mengapa.. aku seolah-olah melihat Taemin? Mengapa dia sangat mirip dengan Taemin?….

“Kai! apakah kau mau minuman ini?” kata Minho oppa yang setengah berteriak itu. Ada Minho oppa rupanya disini.

“Gomawo hyung.”

Oh.. ternyata lelaki itu bernama Kai. Dan Minho oppa berteman dengannya!

Mereka terlihat sedang bercengkrama dan tertawa.

Tidak lama kemudian, sesosok lelaki bernama Kai itu meninggalkan Minho oppa. Aku pun langsung menghampiri Minho oppa.

“Oppa!!..”

“Em.. ya ada apa Sabila?”
Aku duduk perlahan di sebelah Minho oppa. “Oppa.. oppa mengenal lelaki yang baru saja pergi itu?.. maksudku, lelaki yang tadi bicara dengan oppa.”

“Oh.. maksudmu Kim Kai.”

“Yak! Apa oppa? Kim Kai namanya??”

“Ne. Namanya Kim Kai. Dia juga mahasiswa disini.”

“Apa dia sekelas denganmu oppa?”

“Oh ani.. dia bukan jurusan akuntansi. Dia mahasiswa kedokteran satu angkatan denganmu”

“Oh ya oppa.. Bagaimana bisa kau mengenalnya?”

“Itu bukan urusanmu. Aku tidak bisa menceritakannya maaf.” Jawab Minho oppa sambil tersenyum.

Aku sangat penasaran dengan lelaki bernama Kai itu. aku sungguh ingin tau siapa dia. Terlebih ada Minho oppa yang kebetulan menganalnya. Ah.. sungguh.. aku ingin tau siapa dia yang sebenarnya.

“Sabila.. ada apa? Mengapa kau menunduk?”

“Gwenchana.. sudahlah oppa. Sabila ingin kembali ke kelas.” Kataku dan seraya berdiri dari dudukku berniat  kembali ke kelas. Tapi tiba-tiba.. Minho oppa langsung meraih tanganku. Aku pun menoleh ke arahnya perlahan,  kenapa kau memegang tanganku oppa?

“Duduklah dulu. Ceritakan padaku”

Aku pun mulai berikir, apa maksudnya menceritakan?

“Duduklah Sabila. Aku tau kau sedang ada masalah”

Hah! Apa! Kenapa Minho oppa seperti selalu bisa membaca pikiranku. Aku pun terpaku sejenak dan kemudian menuruti perintahnya.

“Aku memang bukan siapa-siapa untukmu, tapi apa salahnya jika kau menceritakan masalahmu padaku? Kau tak bisa lagi menyembunyikannya.”

Aku mencoba menelan salivaku dan mulai menceriakan semuanya. Sejujurnya memang inilah yang ku inginkan. Aku ingin dia tau bahwa betapa miripnya Kai dengan Taemin. Atau mereka adalah orang yang sama, atau bagaimana….

Aku mulai meceritakan siapa itu Taemin. Taemin.. Lee Taemin. Pemuda Korea Selatan yang merupakan namja chinguku yang tiba-tiba saja menghilang setelah pulang dari rumah sakit jiwa. Ketika itu kami berdua mengunjungi salah satu teman kami yang mengalami gangguan jiwa.

Hiks.. hiks.. aku tak dapat menahan air mataku ketika menceritakannya. Aku mengusap pipiku yang telah banjir air mata. Tiba-tiba saja Minho oppa meraih tanganku dan mengganti dengan tangannya.

Aku terdiam sesaat. Minho oppa mengusap air mataku….

Aku menolehkan kepalaku ke arahnya. Lalu dia menganggukkan kepalanya perlahan. “Lanjutkan..” kata Minho oppa.

Aku pun melanjutkan ceritaku. Aku bilang padanya, bahwa Kai sangat mirip dengan Taemin yang sudah hampir dua tahun menghilang.

Minho oppa mengalihkan pandangannya setelah  mendengar ceritaku.  Dia menghela nafasnya panjang.

“Kai sebenarnya.. dia adalah warga Korea Selatan yang mendapat beasiswa untuk kuliah disini. Orang tuanya telah bercerai. Makanya dia jadi sangat pendiam. Dia hanya ingin terbuka kepadaku”

“Lalu bagaimana bisa kau mengenalnya?”

“Kita sudah saling mengenal dari pertama dia menjadi mahasiswa disini. Ketika itu aku mebantunya mendaftar dan lain-lain. Sebenarnya aku tidak bisa menceritakan ini kepada siapaun Sabila”

“Tenang oppa, aku tidak akan bilang siapa-siapa tentang hal ini..”

..

“Oppa.. apakah ada kemungkinan kalau Kai itu adalah Taemin?”

“Em.. entahlah. Kalau kau ngin tau dia. Kau bisa ke kampus lagi pukul lima sore. Hari ini jam kuliahnya. Aku pulang dulu ya Sabila”

“Ne oppa”

.

*Sore hari*

Aku menunggu kehadiran Kai. Menunggu. Menunggu. Dan terus menunggu.

Kebetulan Minho oppa menghubungi Kai dan membuat perjanjian pertemuan kita di taman ini. Rasanya sudah tidak sabar ingin melihatnya.

….

Aku menoleh ke belakang. Dan aku mendapati Kai yang sedari tadi berdiri di belakangku.

“Ee.. e.. Kai! Kau Kai-ssi bukan?” tanyaku dan dibalasnya dengan anggukan.

Aku hampir tidak bisa berkedip ketika melihat wajahnya.

“Ada apa ingin menemuiku?”

“Taeminah.. kau kah Taemin?!!”

Dia hanya terdiam. Dia mengernyitkan dahinya dan melihatku dari bawah sampai atas.

“Taemin!! Kau… hiks.. kau..”

“Aku tidak mengerti. Jadi apa urusanmu menemuiku?”

“JAWAB PERTANYAANKU! APAKAH KAU TAEMIN?? LEE TAEMIN??.. KAIYAAH!! JAWAB APAK..” belum sempat aku selesai bicara, dia langsung memotong.. “Siapa itu Taemin? Aku Kai! Kim Kai!”

Aku menggeleng cepat. Wajahku penuh dengan peluh. Tapi aku tidak peduli.

.

.

*FLASHBACK 5 TAHUN YANG LALU*

Cuaca kota Seoul saat ini dingin sekali. Bahkan rasanya sampai menusuk tulang. Sudah dua jam kami berada di restoran Nusantara ini. Kami terjebak oleh dinginnya angin. Ya. Kami sedang makan siang di restoran ini yang lokasinya berada di Gangnam. Di antara banyaknya restoran Korea dan restoran Barat disini, ada satu restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia, yaitu restoran nusantara. Tempat makan ini adalah tempat makan favorit kami. Karena disinilah tempat Taemin menyatakan cintanya padaku, Seoul, 22 Desember 2009 di restoran Nusantara.

“Makanan ini biar aku yang bayar ya chagi!”

“Eee. Ee…”

“Sudahlah tak apa-apa”

“Eee.. Taeminah…”

“Ne, wae?”

“Taeinah! Mianhae. Aku janji, lain kali Sabila yang membayarnya”

“Ah sudah, tidak perlu. Sudah sudah jangan berlebihan”

“Taeminah, mianhae aku telah merepotkanmu”
“Tidak. Tidak sama sekali Sabila”

Kami pun melanjutkan aktivitas memakan kami. Aku dan Taemin memesan seporsi iwak peyek nasi jagung. Ini adalah menu favorit kami disini.

KASIH TANDA PANAH. INI TANGAN TAEMIN

Setelah selesai makan. Kami memesan sekoteng satu gelas yang akan kami minum berdua. Ah.. taeminah.. kau sungguh romantis.

Taemin melihatku. Awalnya dia hanya melihat biasa padaku, kini tatapannya makin tajam dan mendalam. Kemuadian Taemin menggenggam tanganku. Aku merasa kehangatan yang teramat sangat. Oh.. tuhan, semoga dia akan menjadi pasanganku selamanya..

*FLASHBACK END*

.

ZIMEI POV

Hah! Beraninya kau Sabila!! Tidak tau diri memang. Sekarang, dia mencoba mendekati Kai! dasar tidak tau malu!. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam!! Akan ku balas kau… HUAHAHAHAHA *ketawa ala Karin hello kotok*

.

To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s