Iwak Peyek Nasi Jagung

ff babogajog - ipnj

FF: Chaptered
Title: Iwak Peyek Nasi Jagung
Cast: Sabila, Minho, Kai, Zimei (Nadirah), Wendy (Itsna), Dahlia Polan aka Dapol (Nadhira), others
Genre: Angst
Author: Nadirah Ali (@alinadirah)

Note: DILARANG COPAS!! AWAS LO DIKUTUK  JADI IKAN PARI *siapa juga yg mau copas

HAPPY BIRTHDAY GUYS!!!!

.

.

.

EH HAPPY READING DEH *KRIKKKKKK!!!!!!!!!

****

SABILA POV

……….

Sudah berjam-jam aku berdiri di depan meja tulisku. Aku membuka lembar demi lembar album foto itu. Aahh.. sudah setahun rupanya perasaan ini mengganjal. Sudah setahun aku memendam rasa sedih berperi tak bertepi. Sudah setahun aku merasa kesunyian….

“Oppa.. mengapa kau meninggalkanku.. mengapa kau pergi begitu saja..” kataku, sambil memegangi boneka  chucky pemberian namja chiguku.

Ah tidak! Dia bukan lagi kekasihku. Tapi…. Aku masih mencintainya, tapi.. dimana dia sekarang? Sungguh aku sangat mengkhawatirkannya.

“Uhuk..uhuk..uhuk…” cairan merah ini lagi-lagi keluar dari mulutku.

“Yaampun.. sampai kapan penderitaanku ini akan berakhir?? Sampai kapaaan???”….

Sudah hampir setahun aku mengalami ini, setiap hari muntah darah, pusing-pusing, diare, kutu air, susah buang air besar(?). Ga deng aku boong, Cuma tbc ko(?).

Yup. Benar sekali, sudah hampir setahun ini aku mengidap tuberculosis stadium 3. Dan kata dokter jika penyakitku tidak segera disembuhkan, aku akan berubah jadi ikan pari(?). Ya.. tapi itu lah kenyataan yang harus kuhadapi. Dokter sudah menganjurkanku untuk operasi, tapi apa daya, uangku tidak cukup untuk membiayai operasi itu. Aku harus banting tulang untuk mendapatkan jumlah uang tersebut yang totalnya sangat fantastis. Aah.. aku tidak sanggup menyebutkan nominalnya. Tapi yang jelas tidak lebih dari 500rebu(?). Untung saja aku mendapatkan beasiswa full di Nanyang University di Singapore, aku mengambil jurusan akuntansi. Ini yang membuat orang tuaku bangga memiliki anak yang  bisa berkuliah gratis tanpa membebani orang tua…..

Ehemm..ehe hem..

Aku meminum obat-obatanku yang masih tersisa. Jumlahnya tinggal beberapa butir lagi. Aku harus membelinya lagi sebelum stok obat yang sekarang habis.

Aku keluar dari apartementku, lalu aku bergegas ke toko obat yang letaknya lumayan dekat dari apartementku.

“Sabilah! Sedang apa kau?!”

“WAH!!” aku terkujut. Sungguh aku sangat terkejut tidak sengaja bertemu dengan seniorku di toko obat ini.

Ya! Dia lah Minho. Choi Minho. Mahasiswa kebanggaan dosen akuntansi kami, pak Herrrman.

“Wah oppa, tidak sengaja sekali bisa bertemu disini, oppa sedang apa?”

“Hem ini aku sedang membeli vitamin”

“Oh begitu ya….” Hem.. Minho oppa membeli obat untuk menjaga kondisi tubuhnya, sedangkan aku membeli obat untuk memperpanjang usiku yang mungkin sudah tak berapa lama lagi(?). Dan Minho oppa tidak boleh tau tentang hal ini!.

“Sabilah, aku duluan ya. Jaga kesehatanmu. Ingat ini sedang musim dingin! Jangan main ujan-ujanan ya. Dadaaah…”

Aah.. sungguh, Minho oppa bagai malaikat pemain bola di mataku(?). aku… aku.. aku…. Sepertinya jatuh cinta kepadanya. Ya.. sebenernya aku sudah lama mengaguminya. Sudah lama aku memendam rasa ini, tapi aku selalu terbayang oleh Taemin oppa. Aku masih setia menunggunya. Aku terlalu mencintainya. Sungguh…

Aku pun berkhayal lagi, mencoba mengingat memoriku bersama Taemin oppa. Namun, ketika asyik membayangkan Taemin oppa, tiba-tiba saja ada yang mengejutkanku (lagi)..

“Hayya lu olang lagi ya. Mau utang utang lagi kan ha!”

“Eh nci! Duh ko nci tau sih. Duh maap ya nci yang kemaren pasti saya bayar ko. Tapi sekarang ngutang dulu ya nci” aku kaget luar biasa ketika sang pemilik toko, nci Marina datang dan langsung menghujaniku dengan kata-katanya… ah.. sakit sekali hatiku. Dia pun sekarang menatapku dengan tatapan hina….

“Ah lu olang ngutang mulu aa.. mana bayal bayal lu olang ngutang mulu aa. Udah mending lu olang bayal dulu yang malen-malen tuh balu bisa beli lagi aa..”

“Aduh nci. Jangan sekarang deh. Tapi pasti saya bayar ko tenang aja nci”

“Ah lu olang, owe udah ga pelcaya aa. Udah sana lu pegi pegi!”

“Yaudah deh nci. Hem” aku pun menggumam dalam hati. Bagaimana caranya agar aku bisa memiliki cukup uang, setidaknya untuk bertahan di sisa-sisa usiaku(?)

ZIMEI POV

Aku berdiri di atas balkon kamarku. Aku memandanginya dari kejauhan. Aah.. tampan sekali. Sungguh, dia adalah maha karya ciptaan tuhan yang pernah tuhan buat. Mungkin. Soalnya dia pesek, item. Dekil lagi. Tapi.. ya apa mau dia kata. Pesonanya, ketampaannya..

“Zi Zi. Hari ini kita ada latihan dance. Apakah kau ingin ikut?”

“Hem.. Coba kau Tanya Dapol, apakah dia mau”

“Dapol sepertinya dia tidak ikut Zi, hari ini dia sedang les piano. Dari tadi pun aku tidak melihatnya”

“Oh begitu ya. Kalau begitu kau duluan saja. Aku akan menyusul. Aku ada urusan”

“Baiklah. Aku duluan ya. Sampai jumpa…”

Wendy pun meninggalkan apartement super besar kami ini. Ya kami memang adalah anak-anak orang kaya. Aku, Wendy dan Dapol. Aku Wu Zimei adalah anak dari pemilik Nanyang University. Sedangkan Wendy adalah anak dari seorang pelawak nomor satu di Indonesia, yaitu Cak Lontong, sedangkan Dapol, dia adalah pewaris tahta…. Kami bertiga memang berbeda-beda. Aku yang berasal dari China, Wendy berasal dari Indonesia dan Dapol berasal dari Swiss.

“HEIII!!”

“HA!! Apa.. aku.?” Teriakku.

“IYA KAMUU.. KAMUUUUU..”

ASTAGA!! DIA… DIA MEMANGGILKU….

“KENAPAAA?” tanyaku.

“TOLONG AMBILKAN BOLA BASKETKU, TADI NYANGKUT DI BALKON RUMAHMU..”

Aku pun melempar bola basket yang dimintanya. Oh.. Kim Kai.. kau sungguh tampan sekali..

Lagi lagi aku memperhatikan Kai dari balkon kamarku.

Kami saling mengenal, ya memang. Tapi dia sangat cuek dan tertutup. Teman dekat satu-satunya di universitas adalah Minho oppa. Aku tidak tau mengapa. Tapi dia memang sangat tertutup….

DRRRR DRRRRR

Tiba-tiba ponselku berdering. Ternyata itu dari Wendy.

“Ya kenapa?”

“Apa kau jadi latihan? Lama sekali kau.”

“Wendy, sepertinya aku tidak jadi latihan. Aku masih sibuk dengan urusanu”

“Oh ok baiklah”

Wendy pun memutuskan panggilan teleponnya. Dan aku kembali berkonsentrasi memandangi Kai….

**Keesokan harinya di kampus

SABILA POV

“Ini tanggal 5 di kembaliin ke pd abadi.. oh berarti ini di retur. Kalo ini tanggal 10 beli dengan syarat.. oh berarti pembelian…”

“Hai Sabila!”

“Oh.. ha.. ha.. hai.. op.. opaaah..”

“Apakah kau sedang sibuk?”

“Ah tidak begitu. Ada apa oppa?”

“Hem.. ku dengar kau banyak utang di toko Metta Surya?”

“Eee. Ee…”

“Sudahlah kau jujur saja. Aku tidak akan bilang pada siapapun”

“Eeee.. oppa! Tolong oppa jangan beri tau siapapun. Dan dari mana oppa tau?”

“Tadi pagi, ketika aku kesana, pemilik toko bilang padaku kalau temanku ada yang berhutang, dan aku langsung tau itu pasti dirimu”(?)

“Eee.. oppa…”

“Sudahlah. Aku juga sudah membayarnya”

“Yaampun! Oppa! Opppa! Mianhae oppa. Aku janji aku akan segera membayarnya. Mianhae oppa”

“Ah sudah, tidak perlu dibayar. Sudah sudah jangan berlebihan”

“Oppa, mianhae aku telah merepotkanmu”
“Tidak. Tidak sama sekali Sabila. Emm.. Sabila..”

“Ah iya oppa. Ada apa?”

“Kalau ada apa-apa jangan sungkan menceritakannya padaku. Apa kau ada masalah?”

“Ah tidak oppa. Tidak ada. Hehe..” aku pun tertawa kecil untuk menutupi kesedihanku.

“Sudah tidak usah berbohong. Aku tau kau pasti punya masalah. Itu terlihat dari raut wajahmu.”

Aku pun terdiam beberapa saat mendengar perkataan Minho oppa. Sungguh, aku teringat oleh Taemin. Kata-katanya persis seperti apa yang dikatakan Taemin. Aku mencoba melihat kedua mata itu. walaupun sebenarnya aku tidak sanggup. Aku pun menelan salivaku ketika Minho oppa menggenggam tanganku. Sungguh, aku seperti merasakan kehadiran Taemin disisiku. Aku merasa kehangatan yang teramat sangat. Oh.. tuhan, apakah ini yang kau kirimkan untuk menggantikan Taemin?….

“Sabila… Sabila.. Sabila… jadi… kapan kau akan membayar utangmu?”

BRAKKK!! Aku serasa di jatuhkan dari langit-_-

“Haaahh!! Apa apaa..”

“Hehe… tidak aku bercanda. Maksudku, jadi bagaimana? Apa kau tidak ingin menceritakan masalahmu?”

“Emm.. oppa.. baiklah  Sabila mau menceritakannya, tapi oppa!! Tolong jangan ceritakan ini kepada orang lain”

“Ya tentu saja tidak akan ku ceritakan pada orang lain. Oh iya Sabila apakah tanggal 20 nanti kau ada acara?”

“Oh tidak oppa! Ada apa memangnya?”

“Kalau begitu apakah kau mau makan malam bersamaku dan teman-teman jurusanku nanti?”

“Oh.. boleh boleh oppa! Boleh.. kamsahamnida oppa.”

“Gwenchanayo, aku kembali ke kelasku ya. Daaah…”

Aku melambaikan tanganku seraya melihat Minho oppa yang sedang berlari ke kelasnya.

BRAK!!

Tiba-tiba datanglah tiga orang di depanku dengan wajah sinis mereka.

Ya mereka adalah Zimei, Wendy dan Dapol.

“Oh kau lagi kau lagi ya! Hah!” kata Zimei

“Iya Zi, berani-beraninya kemarin dia mendaftarkan diri ke ukm dance. Hih dia pikir dia sudah cukup pantas apa untuk bisa bergabung dengan kita hah!” kata Wendy, sementara teman mereka yang lain, Dapol hanya menatap datar wajahku dengan tampang celenknya(?).

“Hei!! Kami sedang bicara denganmu ya! Berani-beraninya kau mendaftarkan diri di ukm dance. Mentang-mentang aku tidak masuk kemarin”

“Zimei, aku pikir itu adalah hak semua orang”

“Alaaah. Omong kosong. Sebaiknya kau kubur saja keinginanmu itu. dan masuk ukm lain!”

“Zimei, kau tidak memilki hak untuk melarangku. Dan kau juga bukan siapa-siapa!”

“Berani-berainya kau ya! Akan ku copot beasiswamu itu baru tau rasa kau!”

“Dengarkan itu baik-baik Sabila” kata Wendy

Aku terdiam sejenak. Aku baru ingat kalau Zimei adalah anak dari pemilik universitas dimana tempatku juga menuntut ilmu.

Aku pun berlari kencang sekencang yang ku bisa. Aku tak bisa menahan tangisku. Aku menutupi wajahku. Aku duduk di bawah pohon rindang dan menumpahkan semua kesedihanku.

Tiba-tiba aku melihat sesosok orang yang tidak asing bagiku. Dia… mirip dengan Taemin! Oh! Siapakah dia? Apa aku salah lihat?.

Aku pandangi lagi sosoknya yang sedang bermain basket sendiri itu.

Sungguh, dia benar-benar mirip dengan Taemin. Matanya, bibirnya, senyumnya, hidungnya, kulitnya.

Apakah dia Taemin?? Atau… siapakah dia?? Aku sangat penasaran….

to be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s