Love Means Nothing

Who are you?

Who’s yo mama and daddy?

What’s your clan?

Are you ready to live with this girl and your future child(ren)?

Will you leave this girl?

Can you promise?

Can you…even just love this one and no other?

Will you betray her?

Will you

Will.. you..

Why is your ‘population’ has bad habit like this?

Why woman can love just one and be loyal, but man can’t and be bastard

The hell you are…

 

For them, love is not exist

The most important is ‘blood’

No matter how ‘poor’ he is, or at least how mature he is, it’s not really important

It’s not necessary thing that should questioned

Because like what I said.. the most  imortant is and always about blood

 

Love means nothin for them

 

Iklan

sorry for being myself

Ima weird

Ima loner

Ima weak

Ima fake

Ima ugly

Iam not shy, I brave, but I dont want to be a ‘star’

Iam the person that can easy to cry

Iam the person that can hide it

I dont know how to dress up

I dont know how to make my face prettier

I dont even know name of make up tools

Im the girl with… idk

People, i dont want to be your star or somethin wonderful, but please I just ask your attention.

Just.. attention

sorry..

Iam sorry for being myself

Pare Itu Pahit

Here’s, my second writtin in this year after 8 months. Kalau postingan sebelumnya saya cerita tentang Kampung Inggris secara general, sekarang saya mau cerita di bagian nggak`enak`nggak`enaknya nih. Dari awal saya sampe di Pare sampe pas saya pulang ninggalin Pare. Banyak banget nggak enaknya yang saya rasain. Dan pare itu bener-bener rasanya pahit.. pahit banget..

Saya mau mulai dari pas saya sampe di cap saya yaitu, Garden Camp. Saya sama dua temen saya dapet kamar nomor 19. Saya bener-bener apes banget dapet kamar ini; dinding lembap, kamarnya kecil (kalo kata temen-temen kamar yang lain), air kerannya sering mati (dan kadang di kamar yang lain nggak mati), dinding keropos, dan kami sekamar nyebut kamar ini ‘kamat terkutuk’. Tapi yowes, kamar yang lain nggak kaya kamar saya ko. Emang saya aja yang apes dapet kamar nomor 19. So kalian tenang aja hehe. Tapi ya makin apes lagi, saya sekamar berenam, sedangkan di kamar lain yang lebih luas malah kadang cuma berlima atau berempat. Can you imagine, our position when we sleep.. seriously, it was like ikan dijejerin; berlima tidur tanpa bisa bebas balik kanan kiri dan saya tidur di bagian kaki mereka berlima.. ya.. dua minggu pertama saya tidur seperti itu. Bener-bener pait. Makanya waktu awal-awal di Pare, saya itungin sisa hari lagi buat pulang.. H-28.. H-27.. H-26.. dst. Baca lebih lanjut

28 Hari di Pare

Saya mau berbagi sedikit pengalaman mengenai satu bulan yang saya habiskan di Pare. Sesuai permintaan beberapa teman, akhirnya saya bikin aja postingannya. Sedikit informasi mengenai Pare karena masih ada yang bingung sama lokasinya. Jadi Pare yang saya kunjungi di sini itu bukan di kota Kedirinya, tapi di Desa Pelem, Kecamatan Pare. And I guest you already know right what Pare that I told you and it’s absolutely Kampung Inggris:))). Dan kebetulan Kampung Inggris memang ada di dua desa yaitu, Desa Pelem dan Desa Tulungrejo. Saya ke tempat ini sama Pukka, temen SMA saya. Dan Pukka bawa satu temennya, Ami, dan satu sepupunya, dan satu temen sepupunya dari Pekanbaru. Complicated to explain haha. Bye the way kami berdua sebelumnya memang udah ngerencanain kesini karena kami punya goal yang mau nggak mau ngeharusin kami ke tempat ini. Kemampuan Bahasa Inggris kami masih payah.

Oh ya guys so sorry for ‘belaguan’ used (half bahasa and) English in my writting. But for sure I just try to…. even once in my live to writting in English(?) Lol, but it will not happen once maybe haha. So let’s begin this story in half bahasa and EnglishJ..

I came to this village with Pukka and Ami by train. Fyi, Ada ratusan courses di sini dengan berbagai macem tawaran program and we took intensive program in LC institute during one month. Baca lebih lanjut

Selamat Jalan Hababa

Setiap orang  pasti punya dua nenek, nenek dari ibu dan dari ayah. Kebetulan sejak lahir saya tinggal sama nenek dari umi (omah). Nenek saya dari abi (hababa) ga tinggal bersama karena memang kita beda domisili.

Dari dulu, umi saya selalu bilang kalo baba itu orang yang ga pernah marah, baik dan sabar. Bahkan ga perlu dikasih tau pun saya tau kalo baba memang orang yang sangat sabar. Selama saya hidup, beliau lah yang saya kenal  sebagai orang paling sabar. Bahkan saya bersumpah, kalo beliau termasuk salah satu orang yang paling sabar yang pernah diciptakan Allah.

Saya baru tau kalo baba menderita penyakit yang idapnya kurang lebih 20 tahun, awalnya saya kira 10 tahunan. Sumpah, itu bukan waktu yang singkat buat sebuah penyakit yang diderita. Gimana kalo saya yang mengalaminya? Atau orang lain? Saya yakin, hidup akan banyak keluhan, mungkin menangis?, tapi semua orang terdekat baba bilang kalo beliau ga pernah sedikit pun mengeluh tentang penyakitnya. Sedikit pun…. kenapa beliau bisa sesabar itu..  bahkan beliau masih juga tersenyum. Baca lebih lanjut

Prabu Revolusi ‘Manusia Kebetulan’

prbrv

 

 

Pada Rabu, 28 September lalu, saya ikut seminar dari CNN yang dihelat di kampus Fikom Untar. Saya ikut karena kebetulan salah satu pengisi acaranya adalah mbak Desi Anwar (dan tentunya juga karena seminar ini bertemakan jurnalistik) membuat saya jadi bersemangat untuk datang. Ada cerita menarik yang saya dapat dan tentu menginspirasi dari seminar tersebut. Cerita menarik ini bukan dari mbak Desi Anwar, tapi dari pengisi acara yang lain, yaitu Prabu Revolusi.

Jadi Prabu Revolusi ini adalah lulusan dari Teknik Fisika ITB lho. Setelah lulus dari ITB, Prabu bekerja sebagai engineer. Namun setelah lama bekerja, Prabu merasa Baca lebih lanjut